It’s Me l KyuMin l FF l GS l OneShoot l Romance l T

kartun

KyuMin FF

Tittle : It’s Me
Author : Gita
Cast : Kyuhyun x Sungmin
And other cast
Genre : Romance
Rated : T
Warning : GS for Sungmin and Eunhyuk.
Disclaimer : FF ini di buat dari fans untuk fans. FF ini di buat dengan kemampuan menulis di bawah standart. Meskipun standart, saya menyelesaikan FF ini dengan susah payah. Hargai FF ini, dan hargai karya saya. Jangan bash cast disini. Kritik dan koment saya terima dengan lapang dada.
Backsound : Sunny SNSD ft Luna F(x) – It’s Me (To The Beautiful You OST )

Haapy reading ..

Sosok jangkung yang berdiri di sana adalah lelaki yang selama ini telah menyita perhatian ku. Mata ku tak ingin beranjak dari dirinya barang sebentar saja. Logika ku menjerit namun hati ku berkata lain, aku..mencintainya.
Lelaki itu bernama Cho Kyuhyun. Lelaki itu bisa di katakan menjadi sosok artis di sekolah ku. Banyak wanita yang mengejarnya. Rata-rata siswa yang bersekolah di sini adalah kalangan berada. Tak heran jika siswa perempuannya memiliki paras yang begitu cantik.
Ku perkenalkan diri ku.
Nama ku Lee Sungmin. Sungmin menjadi nama panggilan ku. Aku siswa tingkat tiga di Elpeu High School. Aku sosok wanita yang biasa saja. Jika di bandingkan dengan teman-teman ku yang lain, mungkin aku menjadi yang terburuk. Aku tidak secantik mereka, dan juga aku tidak memiliki lekuk tubuh yang indah seperti mereka.
Sosok yang ku pandang itu adalah teman sekelas ku. Aku dengannya telah menjadi teman –kelas- sejak awal aku bersekolah disini. Jujur saja, telah lama aku memiliki rasa yang lebih padanya. Bisa di katakan ini cinta. Perasaan halus ini tak ku ketahui dari mana datangnya. Ku rasa cinta ini semakin menyeruak ke dalam sukma ku.
Tiga tahun menjadi teman satu kelas tak pernah sekalipun aku terlibat percakapan dengannya. Ya, Kyuhyun memang di kenal dengan pemuda yang memiliki hati yang sedingin es di kutub selatan. Tapi tidak sepenuhnya aku menyetujui persepsi itu.
Mata itu ..
Aku melihat kehangatan yang ia miliki. Kyuhyun tidak sedingin yang mereka kenal.
“Lee Sungmin…,”
Aku terkejut saat sebuah tepukan mendarat di pundak ku. Ku dapati sahabat ku yang bernama Lee Hyuk Jae tengah tersenyum pada ku. “Kau membuat ku terkejut, Eunhyuk-ah..,” aku memandang kesal padanya. Sedangkan ia hanya melebarkan senyuman.
“Sedang apa kau, Sungmin-ah ?” tanyanya sembari mengikuti arah pandang ku. “Kau memandangi lelaki itu lagi, hmm ?” lanjutnya.
Aku menoleh sejenak lalu tersenyum simpul. “Ya, kau benar!” jawab ku.
“Aku rasa lelaki yang berdiri di sampingnya jauh lebih manis dari Kyuhyun..,”
“Tentu saja kau berkata seperti itu, Eunhyuk-ah. Karena kau menyukai, Donghae..,”
Sahabat ku yang memiliki wajah manis itu memang menyukai teman Kyuhyun yang bernama Donghae. Namun Eunhyuk selangkah lebih maju dari ku, terkadang ia asik bercanda bersama Donghae. Hati ku menjerit tak kuasa saat sebuah rasa iri membekap batin ku. “Apa kau mau aku juga menyukai Donghae, Eunhyuk-ah ?”
Eunhyuk menggeleng cepat. Beberapa helai rambutnya menghantam wajahnya –efek menggeleng yang berlebihan. “Andwaeyo!” serunya kemudian.
Aku tertawa melihatnya. “Aku hanya bercanda, Lee Hyuk Jae..,”
‘karena hati ku telah di miliki sepenuhnya oleh Kyuhyun, Eunhyuk-ah..,’ lanjut ku dalam hati.
.
.
.
“Sungmin-ah, maaf aku tak bisa pulang bersama mu. Hari ini eomma menjemput ku..,”
“Tidak apa-apa, Eunhyuk-ah. Aku bisa pulang sendiri.” Aku tersenyum tulus sembari mengusap pelan pundak Eunhyuk.
“Pergilah. Ibu mu sudah menunggu, sampaikan salam ku padanya.” Eunhyuk membalas senyuman ku. “Tentu! Annyeong..,” ucapnya sembari berlalu.
Tak lama setelah Eunhyuk pergi, mata ku berhasil menangkap sosok lelaki yang begitu ku cintai. Kyuhyun sedang berjalan seorang diri. Telinganya tersumpal oleh headsed berwarna putih. Dia tampan sekali. Aku tersenyum dalam hati masih dengan posisi memandangnya.
Kapan kau akan melihat ku, Kyuhyun-ah.
Batin ku berucap lirih. Aku ingin menyapa mu tapi apakah mungkin kau akan membalas sapaan ku. Berkaca dari kejadian yang telah terjadi sebelum-sebelumnya, Kyuhyun selalu mengacuhkan sapaan perempuan yang menyukainya. Cukup! Cukup dengan perasaan ini saja aku tersiksa. Aku tak ingin terluka karena kau tak membalas sapaan ku.
Tanpa ku sadari langkahnya mendekat pada ku. Secara tak sengaja pandangan ku bertemu dengannya. Mata itu. Aku benar-benar terjebak dalam pandangan itu. Bola matanya yang hitam pekat membuat ku benar-benar terlena. Dengan cepat ia memutuskan pandangnnya kami.
Tak sudikah kau memandang ku?
.
.
.
Malam menjemput. Mata ku mulai meredup. Ku baringkan tubuh ku di atas ranjang. Ku tutup kedua mata ku.
Lagi?
Bayangannya dirinya tengah tersenyum datang lagi.
Selalu saja seperti ini. Saat tidur malam, dirinya akan selalu menghantui ku entah dalam mimpi ataupun hanya berputar-putar di dalam pikiran ku. Aku begitu menginginkannya. Sangat menginginkannya. Bisakah kau sadari perasaan ku dengan sendirinya? Hati ku bertanya lirih. Malang sekali nasib ku, bertahun-tahun aku menyukai dirinya yang tak pernah menyadari perasaan ku. Bodoh kah aku?
Aku tahu, bahkan aku sangat tahu. Aku memang tak pernah pantas jika bersanding dengan pemuda bermarga Cho itu. Tapi salahkah jika aku mencintainya? Dosakah aku?
Mencintai mu bukanlah sebuah penyesalan bagi ku. Melainkan sebuah pilihan. Pilihan terindah yang pernah ada dalam hidup ku. Memang, aku hanya mencintainya seorang diri.
Tapi …
Aku bahagia dengan ini.
.
.
.
Pelajaran ini begitu memuakkan. Di papan tertulis berbagai rumus yang membuat kedua mata ku sakit. “Cho Kyuhyun, kerjakan soal nomor satu!” Ahn sonsaengnim meletakkan sebuah sepidol di meja Kyuhyun. Tanpa banyak bicara, Kyuhyun segera berdiri di hadapan kelas. Jemarinya menggenggam sepidol lalu mulai menuliskan angka yang begitu sulit untuk ku mengerti. Kyuhyun memang hebat di segala hal. Matematika merupakan masalah kecil untuknya.
Aku bertepuk tangan dalam hati. Aku sangat suka jika ia tengah serius seperti sekarang ini. Tanpa ku sadari aku tersenyum seorang diri. “Kau gila!” bisik Eunhyuk pada ku. Aku hanya memandang kesal padanya. Aku tak ingin berdebat dengannya hari ini.
Tangan ku mulai menari di atas lembaran kertas. Goresan pensil ku berbentur halus dengan permukaan kertas. Aku telah tenggelam dalam dunia ku sendiri setelah Kyuhyun selesai menyelesaikan soalnya di papan.
Waktu berlalu, hingga coretan ku telah membentuk gambar. Gambar ini? Mengapa mirip dengan–
“Kyuhyun!”
Gambaran ku berpindah tangan. Oh Tuhan! Bagaimana ini? Gambaran itu ada pada Victoria.
“Kau menggambar Kyuhyun? Kau menyukainya?” tanyanya kemudian.
“Kembalikan! Itu milik ku!” ucapku dengan nada tinggi.
Kyuhyun datang dari arah pintu. Tadi ia memang keluar kelas saat bel istirahat telah berbunyi. “Hey, Kyuhyun-ah! Lihatlah! Sungmin menggambar wajah mu..,” Victoria menyerahkan selembar kertas itu pada Kyuhyun. Aku tertunduk dalam. Memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebentar lagi. Mungkinkah Kyuhyun akan menghina ku?
Dan akhirnya gambar itu di lihatnya. Aku tak tahu apa yang di pikirkannya kini.
“Ikut aku…,”
.
.
.
Saat ini aku dan Kyuhyun tengah berada di taman belakang sekolah. Disini tidak ada siapa-siapa selain aku dengannya. Lama kami saling terdiam, aku memang tak berani berbicara. Mengangkat wajah untuk sekedar menatapnya saja aku tidak memiliki keberanian.
“Bisa kau jelaskan ini, Lee Sungmin?”
Suaranya yang terkadang terdengar lembut di telinga ku kini berubah menjadi sebuah suara petir di siang bolong. Aku menggigit bawah bibir ku. Bibir ku terkunci rapat.
“Mengapa kau tidak menjawab ?” suaranya kembali terdengar. Aku menghela nafas panjang sembari menutup kedua mata ku. Dalam hitungan detik, ku buka kembali mata ku.
Mata ku di sambut oleh wajahnya yang tampan.
“Aku hanya menggambar mu. Apa itu salah?” jawab ku setelah terdiam cukup lama.
Alisnya saling bertaut. “Untuk apa kau menggambar ku?”
“Karena aku menyukai mu.” jawab ku cepat.
“Salah jika aku melakukan itu? Jika salah aku mohon maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Aku benar-benar minta maaf.” Imbuh ku. Mata ku terasa panas. Air mata ku mulai berjatuhan.
“Kau mau kemana?” Kyuhyun menahan lengan ku saat aku ingin berlalu dari hadapannya.
“Tentu saja kembali ke kelas. Aku akan menjelaskan semuanya agar mereka tidak salah paham dengan kita berdua..,”
“Tidak perlu!”
Dahi ku berkerut samar. “Buat aku mencintai mu, Lee Sungmin..,”
Apa katanya? Aku tidak salah dengar, kan?
“A-apa maksud mu ?”
Ia memeluk ku dari belakang. “Buat aku menyukai mu. Aku bersedia membalas cinta mu. Ajari aku bagaimana aku bisa mencintai mu..,” bisiknya di telinga ku.
“K-kyuhyun-ah…,”
“Mulai hari ini, kau kekasih ku!”
.
.
.
“Sungmin-ah…,”
“Hmm?”
“Boleh aku bertanya pada mu?”
“Tentu saja, Kyuhyun-ah. Ada apa?”
“Mengapa kau mencintai ku?”
“Aku mencintai mu karena aku mencintai mu…,”
.
.
.
.
END

Hai, aku bawa FF lagi nih. Fresh lhoo FFnya :D aku baru buat. Dalam waktu 1jam lebih lah jadinya seperti ini. Gimana? Kece gak? Haha. Oiya cerita sedikit tentang FF ini ya. FF ini terinsipirasi dari aku sendiri. Niat awalnya aku mau buat cerita kaya pas aku gagal nonton SS4 itu. Udah baca belum? Kalo belum silahkan di baca XD Tapi pas ngetik jadinya gini. Kalo aku buat jadi sad ending pasti bakal protes :D dan akunya sendiri ga tega haha. Disini aku bener-bener nuangin perasaan ku ke Kyuhyun ya meskipun di ubah sedikit karena keperluan cerita. Di endingnya Sungmin ngomong “Aku mencintai mu karena aku mencintai mu..,” itu jujur dari kata-kata ku buat Kyuhyun. Ada yang tahu maksud dari kata-kata itu? Hahaha
Siapa yang bisa nebak? XD

About these ads

25 thoughts on “It’s Me l KyuMin l FF l GS l OneShoot l Romance l T

  1. 대삑!!! I like all of your stories…please make a lot of stories about them again….i just finish all of your stories in a whole day…i’m waiting!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s