KyuMin FF / GS / My Lovely Kyuhyun / T / Romance

KyuMin FF GS

Tittle : My Lovely Kyuhyun
Author : Gita
Cast : Kyuhyun x Sungmin
Other cast : Eunhyuk
Dan lain-lain.
Genre : Romance, Friendship
Rated : T
Warning : GS for Ming and Hyukkie, TYPO dimana-mana. Bahasa tidak sesuai EYD.
Disclaimer : FF ini di buat dari fans untuk fans. FF ini di buat dengan kemampuan menulis di bawah standart. Meskipun standart, saya menyelesaikan FF ini dengan susah payah. Hargai FF ini, dan hargai karya saya. Jangan bash cast disini. Kritik dan koment saya terima dengan lapang dada.

Haapy reading ..

 

“Dia…dia adalah seseorang yang sangat ku cintai, seseorang yang telah membuatku percaya lagi pada cinta yang sudah mati dan terbukur. Ia juga yang membuat ku membenci cinta.”

Lirih ku dalam hati sembari terus menatap sosok lelaki yang tengah bediri tak jauh dari ku. Mengisi bola mata mungil ku.
“Sungmin-ah..” Suara yang tidak asing menyapa pendengaran ku. Gadis manis dengan gummy smile itu bernama Lee Hyuk Jae. Namun gadis yang telah lama bersahabat dengan ku itu lebih terbiasa di panggil Eunhyuk atau Hyukkie. Panggilan yang manis, bukan ? Seperti orangnya.
“Waeyo, Hyukkie-ah ?” Jawab ku ringan sembari menebar senyuman manis ku. Senyuman manis ala Lee Sungmin. Senyuman yang selalu ku latih saat di kamar mandi.
“Apa kau sedang melihat namja bodoh itu ?” Tanyanya. Mata sipitnya menatap ku tajam. Aku tersenyum miris. “Iya.” Jawab ku singkat.
“Tuhan! Bukan kah aku sudah mengatakannya pada mu berkali-kali, Lee Sungmin ? Choi Siwon yang terhormat itu tidak pantas untuk kau pikirkan. Itu hanya akan membuang waktu dan kesempatan mu, Lee Sungmin.” Ketusnya pedas.
“Aku tahu itu, Hyukkie-ah. Sejujurnya, aku tak bisa berbohong pada diri ku sendiri, bahwa aku….masih mencintainya. Bayangnya masih membuat ku damai.”
“Lupakan dia! Masih banyak namja yang lebih baik darinya.” Aku tak menjawab. Mulut ku terkunci. Karena aku masih mencerna baik-baik apa yang tadi di katakan Eunhyuk. Benar, apa yang di katakan Eunhyuk tidak sepenuhnya salah. Meskipun aku masih mencintainya, namun Ia sendiri yang memutuskan hubungan dengan ku beberapa waktu yang lalu. Rasa kehilangan tentu menjalar ke setiap relung hati ku. Hubungan yang terjalin cukup lama harus kandas di tengah jalan, tanpa sebab yang pasti.
Bel memanggil, membuat ku tersadar dari lamunan ku yang entah sudah sampai mana.
“Kajja! Kita masuk.” Seru Eunhyuk sembari menarik ku masuk ke dalam kelas.
“Ne.”

.
.
.

 

Di kelas sedang berlangsung pelajaran yang sungguh membuat ku mual. Yeah, matematika. Pelajaran yang sangat ku benci. Mata dan fikiran ku sama sekali tak terarah pada Ahn seonsaeng yang tengah menjelaskan berbagai rumus di depan kelas. Semuanya sangat sulit untuk di cerna oleh otak ku. Sepertinya otak ku tak bersahabat dengan rumus.
“Jam berapa, Hyukkie-ah?” tanya ku setengah berbisik padanya. Eunhyuk melihat sekilas pada arloji berwarna kuning yang tengah melingkar indah di pergelangan tangan kirinya. “Jam sebelas.” Jawabnya dengan suara kecil.
“Aigo, kenapa lama sekali? Hyukkie-ah, bagaimana kalau kita ke kamar mandi saja ?” Ajak ku. Dari pada harus berlama-lama berjibaku dengan pelajaran yang di penuhi dengan angka-angka mengerikan itu. Eunhyuk tersenyum, lalu mengangguk mantap. “Tidak buruk. Kau pandai sekali, Lee Sungmin.”
Eunhyuk menyetujui permintaan ku. Perlu di catat, gadis yang sangat menyukai tarian itu juga memiliki kesamaan dengan ku. Yaps! Sama-sama alergi pada angka.
Setelah mendapatkan izin dari Ahn seonsaeng, aku dan Eunhyuk pun segera melesat ke kamar mandi. Kami berjalan beriringan sembari melempar canda. Gelak tawa mulai mencuat keluar dari kedua belah bibir ku dan bibir Eunhyuk tentunya. Lorong sekolah telah terlewati, dan sampailah kini aku di depan kantin sekolah. Tanpa sengaja iris mata ku menangkap bayangan yang masih mengisi hari-hari ku, Siwon. Ia tengah berdiri dengan gagah di depan sana. Tak begitu jauh dari tempat ku berdiri kini. Langkah kecil ku terhenti, saat ku melihat kaki jenjang milik Siwon membawa pemiliknya mendekat ke arah ku. Salahkan saja kakinya yang panjang itu, sehingga dalam waktu sekejab saja bisa membuatnya telah berdiri di samping ku. Yeah! Ia melewati ku tanpa sebuah sapaan. Ia melewati ku begitu saja, melempar senyum saja tidak. Miris sekali!
“Sungmin-ah, aku tahu kau bisa.” Eunhyuk menepuk pundak kanan ku. “Pasti!” jawab ku mantap.
Sejak kejadian itu, aku berjanji pada diri ku sendiri. Aku berjanji untuk melupakan mahkluk yang bernama Siwon itu. Karna Ia aku jadi seperti ini. Batin ku terkoyak oleh satu nama, Siwon.

.
.
.

 

“Sungmin-ah, nanti aku akan berkunjung ke rumah mu ya?” Eunhyuk tersenyum manis. Aku tahu, senyuman itu adalah jurus andalannya untuk membujuk seseorang. Aku memutar bola mata ku malas. Selalu saja seperti ini, aku tak bisa menolaknya.
“Baiklah.” Jawab ku singkat tanpa basa-basi.
Setelah percakapan singkat itu, aku dan Eunhyuk pulang sendiri-sendiri. Arah rumah ku tidak sama dengannya. Setibanya di rumah aku memutuskan untuk menyegarkan tubuh. Hari ini aku benar-benar lelah.
Tak butuh waktu lama untuk ku mandi. Karena pada dasarnya aku memang terbiasa mandi cepat. Ku rebahkan tubuh mungil ku di atas yang terbalut oleh bedcover berwarna pink dengan motif kelinci di setiap jengkalnya.
.
.
.
Ting Tong

Suara bel menggema di setiap sudut rumah ku. “Tunggu sebentar!” seru ku sebelum melangkah menuju pintu besar nan mewah itu.
“Ish! Kau lama sekali.” Bukan salam atau apa yang ku terima saat membukakan pintu. Melainkan sebuah runtukan yang keluar dari gadis yang menjadi sahabat dekat ku itu. “Kau berlebihan, Lee Hyuk Jae. Bahkan, kau tidak menunggu hingga lima menit, bukan ?” Ia menggaruk surai hitamnya. “Iya juga, sih.” Aku terkekeh melihatnya. “Wae ? Apa kau belum keramas, Hyukkie-ah?”
Ia menjitak kepala ku dengan keras. Mampu membuat ku meringis kesakitan. “Auu. Sakit tahu.”
“Makanya, jangan menghina ku.” Ucapnya. Lalu Ia pergi meninggalkan ku di ambang pintu. Sebenarnya dia tamu bukan, sih? Tidak sopan. Pikir ku heran.
Tanpa berpikir keras. Gadis yang suka memakan buah pisang itu pasti sedang di kamar ku. Benar bukan, Ia tengah berbaring di ranjang ku. “Min-ah, sepupu ku akan berkunjung ke rumah ku dalam waktu dekat.” Aku menatap Eunhyuk penuh tanya. “Sepupu? Yang mana?”
“Namanya Cho Kyuhyun. Dia anak dari Heechul ahjumma. Dulu keluarganya tinggal di Seoul. Namun, bisnis suami Heechul ahjumma meraih sukses di Jepang. Jadi, mereka sekeluarga pindah ke Jepang.” Jelas Eunhyuk panjang lebar. Sungmin mengangguk paham. Meskipun Ia belum mengetahui bagaimana rupa Heechul, namun Ia cukup tahu tentang silsilah keluarga Eunhyuk. Heechul sendiri adalah kakak kandung dari ibu Eunhyuk.
.
.
.

Hari ini tiba juga. Sepupu Eunhyuk yang bernama Kyuhyun itu tiba di Korea. Eunhyuk mengatakan pada ku bahwa Ia datang seorang diri. Jika saja Ia tak menyeret ku untuk datang ke rumahnya, mungkin aku tak akan pernah datang ke sana dalam waktu dekat ini. Tentu saja karena ada orang asing yang tidak ku kenal. Kalau dengan orang tua Eunhyuk, aku sudah terbiasa.
.
.
.

“Aku pulang!”
Aku menutup daun telinga ku. Aku tidak ingin menjadi tuli karena teriakan Eunhyuk itu. Hey, ini rumah Eunhyuk-ah, bukan hutan. Pantas saja kau di panggil monyet. Kau sama seperti monyet-monyet di hutan sana yang memiliki hoby berteriak.
“Ah Sungminnie juga ikut!” ucap ibu Eunhyuk pada ku. “Sungmin-ah, bagaimana kabar mu?” Appa Eunhyuk mengimbuhi.
“Appa, eomma, aku baik-baik saja. Bagaimana kabar kalian ?” aku tesenyum lembut kepada sosok lelaki dan wanita yang menjelma menjadi orang tua kedua ku itu. Tak usah heran mengapa aku memanggilnya begitu. Tentu saja karena kedekatan ku dengan Eunhyuk.

“Kami juga baik. Ayo duduk Min-ah.” Aku menurut. Ku dudukan diri ku di sofa berwarna coklat manis itu. “Sungmin-ah, dia Cho Kyuhyun. Sepupunya Eunhyuk.” Ku arahkan mata ku ke sisi sebelah kiri ku. Disana ku lihat, namja tampan tengah tersenyum lembut. Pada ku? Mungkin saja. “Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida.” Ucap ku dengan membungkuk sekilas. “Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida.” Balasnya ramah.

Jujur saja, namja bernama Cho Kyuhyun itu memiliki wajah yang tampan. Matanya hitam pekat dengan manic mata bulat sempurna. Benar-benar tampan, ucap ku dalam hati. Ku rasa ada yang aneh pada diri ku, saat mata milik ku bertemu pandang dengan matanya. Gejolak ini….aku pernah merasakannya. Rasa ini pernah ku rasakan saat pertama kali aku…jatuh cinta. Tunggu? Apakah aku…jatuh cinta pada pandangan pertama padanya? Tapi..bagaimana mungkin? Bahkan aku baru berkenalan dengannya beberapa detik yang lalu.
“Baiklah, kalian bisa berbincang-bincang dulu. Eomma dan Appa akan menyiapkan makan malam.” Ucapan Eomma Eunhyuk mampu menyeret ku ke alam sadar ku lagi. Aku hanya tersenyum simpul.
“Ah iya Kyu, kau mau melanjutkan sekolah di sekolah ku, bukan ?” Tanya Eunhyuk pada Kyuhyun. Aku berusaha tenang. Sebenarnya..dalam hati, aku senang mendengar berita ini.
“Ne, aku akan melanjutkan disana. Kau tidak keberatan kan, Noona ?” Kyuhyun balik bertanya.

‘Noona? Jadi, dia lebih muda dari ku.’ Batin ku.

“Tentu saja tidak, Kyu.”
‘Mengapa di lewatkan, dia lumayan juga.’ Kataku dalam hati.

“Engh, Sungmin-ssi juga satu sekolah dengan Eunhyuk Noona ?” Waw, dia bertanya pada ku. Tuhaaan!
Aku mengangguk mantap, “Ne, aku teman sebangku dengannya.” Jawabku.
“Aku yakin kita akan sekelas, Kyu.” Aku menatap Eunhyuk heran. Hah? Bukankan tadi Kyuhyun memanggilnya Noona, lantas kenapa Ia bisa sekelas dengan Eunhyuk?
“Satu…kelas?” lirih ku pelan. Eunhyuk memamerkan senyumannya pada ku. “Kyuhyun lebih muda dua tahun dari kita berdua, Min. Namun otaknya yang jenius itu berhasil membuatnya menjadi seangkatan dengan kita.” Jelasnya. Aku menganga lebar.

Hebat juga bocah itu.

.
.
.

Satu bulan berlalu. Selama itu pula aku dekat dengannya. Ternyata Kyuhyun itu sangat kekanakan. Sungguh tak serupa dengan wajahnya. Semenjak Kyuhyun datang dalam hidup ku, bayangan Siwon tak pernah datang menganggu ku. Kali ini, bayangan Kyuhyun lah yang salalu menghantui ku. Mungkin Kyuhyun mampu menggeser posisi Siwon di hati ku. Aku akui, aku…mencintainya. Kyuhyun sendiri ? Aku tak tahu itu. Kyuhyun termasuk anak baru yang popular di sekolah. Wajar saja, wajahnya memang sangat tampan.
Dengan berjalannya waktu hubungan ku dengannya semakin dekat saja. Hal itu lah yang membuat Eunhyuk bertanya pada ku, “Apa kau sudah berpacaran dengan Kyuhyun, Sungmin-ah ?”
Aku hanya tertawa mendengarnya. Sedekat itu kah hubungan ku dengannya ?

Drrtt Drrt

Pip

[ From : Cho Kyuhyun.
Noona, nanti aku tunggu diri mu di Namsan Tower jam tujuh malam.]

Aku tersenyum sendiri membaca pesan darinya. Tak lama, jemari ku mulai menari di atas layar ponsel ku.

[ To : Cho Kyuhyun
Baiklah ^^ ]
Send
.
.
.
“Kyuhyun-ah.” Panggil ku pada namja yang sedang berdiri tak jauh dari ku. Ia berlari kecil ke arah ku, “Ming noona.” Sahutnya.
Aku tersenyum. “Kau manis sekali malam ini, noona.” Senyum ku yang awalnya akan pudar, semakin terlihat jelas di wajah ku. “G-gomawo.”
Kyuhyun mengapit jemari ku dengan jemari panjangnya. Aku menatapnya heran. “Agar kau tak hilang, noona.” Katanya. Aku hanya tersenyum kaku. Seolah tak peduli.
Lama kami menyusuri langkah di sekitar Namsan Tower dengan cahaya bulan menjadi penerang kami. “Noona, aku menyukai seseorang.”
“Ne?” Jujur aku terkejut. Ini yang aku takutkan selama ini.
“Aku menyukai seseorang.” Ucapnya sekali lagi. Mata obsidannya menatap lurus ke depan.
“Katakan saja padanya.” Damn it! Mengapa aku harus mengatakan ini ?

Kyuhyun beralih menatap ku. Aku mencoba untuk tegar.
Aku terkejut! Aku terkejut! Aku terkejut!
Ku rasakan, benda kenyal dan basah tengah bermain di atas bibir ku. Oh Tuhan! Benarkah ini? Kyuhyun…mencium ku.
Semakin lama ciuman Kyuhyun semakin dalam, namun tetap lembut. Aku ingin menolak, namun di satu sisi aku juga menginginkannya. Ku pejamkan mata ku, aku larut dalam ciuman manis ini.
“Saranghae.” Ucapnya setelah melepas kecupannya.
“Kyu?”
Kyuhyun mengecup sekilas bibir ku. “Kau yang ku cintai, noona.”
“Jangan bercanda, Kyu.” Kali ini Ia mengecup kedua pipi ku bergantian. “Untuk apa aku bercanda.”
Ku tatap mata obsidannya. Ku mencari setitik kesungguhan di dalam mata itu. Dan aku…mendapatkannya.
“Na do saranghae.” Kyuhyun merengkuh diri ku ke dalam pelukannya. Lalu mengecup pucuk kepala ku. Sebagai luapan kasih sayangnya yang tak terbendung.

“Siwon, kau sudah tak ada lagi dalam hati ku. Hati ku telah di miliki orang lain, Kyuhyun. Ya , dial ah pemilik hati ku kini. berkat dirinya aku bisa melupakan mu. Tuhan, terimakasih kau hidupkan dan sadarkan ku, tentang indahnya cinta.”

.
.
.
.
FIN

Maaf buat semua yang nunggu FF My Lovely Maid chapter tiganya. filenya hilang :( jadi nyesek  kalo inget itu. Nanti aku pasti update ko xD tp ga janji bakal cepet. Aku kasi FF ini buat kalian. Sebagai ganti FF ch3 nya :)

Makasi~ Gita Kyuhyun :*

About these ads

8 thoughts on “KyuMin FF / GS / My Lovely Kyuhyun / T / Romance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s